E-commerce merupakan suatu tindakan melakukan
transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama. E-commerce juga dapat diartikan sebagai suatu
proses berbisnis dengan memakai teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik (Munir Fuady, 2005 : 407). Atau dengan kata lain e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, komsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan pedagang barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Kalakota dan whinstone (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perpektif berikut:
1. Dari perspektif komunitas : e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan computer atau sarana elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis : e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
3. Dari perspektif layanan : e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan.
4. Dari perspektif online : e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.
Karakteristik e-commerce antara lain:
1. Terjadinya transaksi antara dua belah pihak.
2. Adanya pertukaran barang, jasa dan informasi.
3. Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.
E-commerce bisa beragam bentuknya tergantung pada tingkat digitalitas produk/ layanan untuk dijual dan sebagainya. Phillip Kotler (2000) mengatakan, pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi. Strategi menurut Phillip Kotler adalah program yang luas untuk mendefinisikan dan mencapai tujuan organisasi dan melakukan misinya. Program merupakan peran aktif yang didasari rasional yang dimainkan oleh manajemen dalam merumuskan strategi perusahaan/ organisasi. Sedangkan perspektif selanjutnya , strategi adalah pola tanggapan organisasi yang dilakukan terhadap lingkungannya sepanjang waktu (James A.F. Stoner 1991). Tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya bisa menjual sendiri.
KELEBIHAN E- COMMERCE
Secara sederhana, perbedaan antara proses perdagangan secara manual dengan menggunakan e-commerce dimana pada proses dengan e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error.
Secara ringkas e-commerce mampu menangani masalah berikut :
- OTOMATISASI, proses otomatisasi yang menggantikan proses manual.
- INTEGRASI, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses.
- PUBLIKASI, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan.
- INTERAKSI, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan human error.
- TRANSAKSI, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran.
Tujuan dalam membangun sebuah dunia bisnis atau usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin. Disaat bisnis sedang berkembang dan menghasilkan keuntungan, pasti akan terpikir oleh pebisnis bagaimana cara meningkatkan keuntungan tersebut.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan keuntungan dalam dunia bisnis e-commerce, antara lain :
1. 1. Menaikkan harga
Cara paling mudah untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis adalah dengan menaikkan harga. Dengan hanya menaikkkan harga 10 %, maka keuntungan bisnis Anda akan segera naik. Kenaikan margin bukannya 10 %, melainkan lebih dari itu.
1. Tingkatkan pelayanan dan manfaat.
Barang-barang yang diperdagangkan akan tetap berharga murah manakala tidak ada nilai tambah dari barang tersebut. Dan apabila sebuah barang diberi nilai tambah manfaat, maka harga barang tersebut akan ikut naik seiring dengan penambahan nilai yang diperoleh dari penjualan barang tersebut. Sebagai contoh, tepung terigu yang diperjual belikan di pasar/ supermarket harganya relatif murah. Akan tetapi setelah tepung tersebut diolah akan menghasilkan sesuatu yang mempunyai harga yang tinggi misalnya roti yang dijual di Bread Talk, semakin bagus kualitas yang diberikan maka harga jual akan roti tersebut akan semakin tinggi dan banyak diminati oleh khalayak ramai tentunya disertai dengan pelayanan yang terbaik, tidak hanya mementingkan pemasaran barang tersebut. Dengan demikian kita bisa meningkatkan nilai jual dari barang yang ingin di perjual belikan.
1. Pemberian diskon pada moment tertentu
Pemberian diskon/ potongan harga saat ini semakin marak dan dicari oleh masyarakat misalnya menjelang hari raya idul fitri, natal dll. Diskon merupakan salah satu startegi pemasaran yang paling efisien dan dapat meningkatkan penjualan dalam e-commerce. Pemberian diskon ini sebaiknya dilakukan pada saat-saat tertentu saja.
1. Merancang anggaran bulanan
Anggaran bulanan harus direncanakan terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan. Bila tidak dirumuskan terlebih dahulu, takutnya anggarannya tidak balance dengan pemasukan dan pengeluaran. Rancanglah anggaran bulanan agar pengeluaran bisa lebih terkontrol dan terencana dengan matang. Tanpa perencanaan bisa jadi banyak pengeluaran yang mestinya tidak perlu. Segala hal yang menyangkut masalah pengeluaran uang di perusahaan semestinya sudah direncanakan agar pengeluaran tetap terjangkau. Apalagi jika pengeluaran itu sifatnya rutin.
1. Lakukan penghematan
Dalam dunia bisnis hal yang harus dilakukan adalah menghemat biaya sekecil mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Keuntungan e-commerce bagi produsen:
1.
Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adnya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkannya
tanpa ongkos/biaya cetak
2.
Lebih aman membuka toko online dibanding membuka toko biasa
3. Berjualan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur, dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dimana saja
4. Tanpa batas-batas wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu.
5. Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional.
6. Meningkatkan market exposure (pangsa pasar), dimana dengan penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya e-commerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri.
7. Menurunkan biaya operasi (operating cost), penggunaan teknologi internet memungkinkan untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dimana hal tersebut tidak berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk biaya lembur untuk karyawan atau pegawai, karena segala sesuatunya dikerjakan oleh komputer yang tidak membutuhkan operator untuk menjalankan proses perdagangan, cukup hanya dengan penggunaan software tertentu maka segala aktivitas dalam transaksi perdagangan dapat dilakukan.
8. Penghematan besar yang dimungkinkan melalui e-mail, penghematan ini terjadi karena berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali adanya penggunaan kertas dalam segala proses transaksi, dimana segala sesuatunya di dalam e-commerce menggunakan suatu data digital sehingga tidak membutuhkan kertas sebagi media, yang pada akhirnya memberikan penghematan besar terhadap pengeluaran dalam proses transaksi.
Keuntungan e-commerce bagi konsumen
1. Memungkinkan transaksi jual beli secara langsung, mudah dan nikmat, maksudnya adalah proses jual beli yang terjadi dalam e-commerce tidak membutuhkan perantara, dimana proses transaksi yang terjadi langsung antara merchant dengan customer. Sehingga, hal ini memberikan suatu kemudahan karena tidak perlu suatu proses transaksi yang berbelit-belit dan cenderung lama, yang pada akhirnya hal ini memberikan kenikmatan terhadap customer dalam melakukan transaksi perdagangan melalui internet.
2. Disintermediation adalah proses meniadakan calo dan pedagang perantara. Dengan kata lain, konsumen tidak perlu membayar lebih untuk sebuah barang atau jasa yang dibelinya. Penggunaan e-commerce merupakan proses transaksi langsung antara merchat dengan customer tanpa memerlukan perantara meskipun keberadaan para pihaknya jauh atau berbeda negara, dengan e-commerce customer dapat mengecek langsung keberadaan barang yang dibutuhkan, serta mendapatkan harga yang langsung diberikan oleh merchant, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak jauh lebih mahal. Hal ini berbeda dengan perdagangan secara konvensional, ketika seseorang dari suatu negara membutuhkan barang atau jasa dari luar negeri, orang tersebut tidak mungkin mendatangi langsung penjual barang tersebut di negaranya, karena hal tersebut tentu saja menambah biaya dan memerlukan cukup banyak waktu itupun belum termasuk dengan keberadaan barang yang dibutuhkan apakah masih ada atau telah habis, sehingga orang yang membutuhkan barang tersebut tentu saja membutuhkan perantara pedagang lain dalam hal ini adalah importir yang tentu saja harga barang yang dibutuhkan akan semakin mahal.
3. Menggunakan digital cash atau elektronik cash (e-cash). Tanpa harus membayar dengan uang tunai. Maksudnya adalah customer tidak perlu membawa uang tunai untuk membayar transaksi jual beli yang dilakukannya dengan pihak merchant, dimana pembayaran yang dilakukan oleh customer cukup dengan mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga barang yang dipesan plus ongkos kirim kepada rekening yang telah disediakan oleh pihak merchant, atau juga hanya dengan memasukan nomor kartu kredit yang dimiliki oleh customer dalam form pembayaran yang telah disediakan oleh pihak merchant. Sehingga dengan cara yang demikian semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi yang kemudian memberikan rasa aman karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang tidak sedikit untuk diserahkan kepada merchant yang penuh resiko terhadap tindak kejahatan seperti perampokan dan sebagainya.
4. Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk atau service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
5. Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk atau service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk atau service secara langsung.
6. Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk atau service sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
Sarana Menuju Indonesia Kuat dan Sejahtera....